Evaluasi Uji Coba Instrumen Penilaian Distruptif Inovasi pada Pembelajaran Kimia
Heutagogy adalah strategi pendidikan dimana
peserta didik mampu belajar secara mandiri dan menerapkan pendekatan holistik
dalam beberapa situasi belajar, yang menjadi fokus disini bukanlah apa yang
diajarkan melainkan bagaimana peserta didik belajar. Hal pokok yang harus
dilakukan peserta didik adalah learn how to learn (belajar untuk
belajar), artinya peserta didik harus mampu mengeksplorasi atau memperdalam
materi apa yang dibutuhkannya.
Peeragogy adalah strategi pendidikan yang membiasakan peserta didik untuk
terlatih fokus pada belajar bekerjasama dan berkolaborasi.
Cybergogy adalah strategi pendidikan yang mendorong peserta didik untuk
terlibat dalam pembelajaran yang terkoneksi jaringan. Peserta didik berada pada
lingkungan belajar virtual untuk pengembangan belajar kognitif, emosional dan
sosialnya.
Berikut adalah ujicoba instrumen penilaian
kegiatan pembelajaran kimia berbasis distruptive innovations dalam tiga domain
(afektif, kognitif, psikomotorik) melalui pendekatan Cybergogy, Peeragogy dan
Heutagogy. Penilaian dilakukan melalui google form.
Heutagogy adalah strategi pendidikan dimana
peserta didik mampu belajar secara mandiri dan menerapkan pendekatan holistik
dalam beberapa situasi belajar, yang menjadi fokus disini bukanlah apa yang
diajarkan melainkan bagaimana peserta didik belajar. Hal pokok yang harus
dilakukan peserta didik adalah learn how to learn (belajar untuk
belajar), artinya peserta didik harus mampu mengeksplorasi atau memperdalam
materi apa yang dibutuhkannya.
Peeragogy adalah strategi pendidikan yang membiasakan peserta didik untuk
terlatih fokus pada belajar bekerjasama dan berkolaborasi.
Cybergogy adalah strategi pendidikan yang mendorong peserta didik untuk
terlibat dalam pembelajaran yang terkoneksi jaringan. Peserta didik berada pada
lingkungan belajar virtual untuk pengembangan belajar kognitif, emosional dan
sosialnya.
Permasalahan : Bagaimana mendesain strategi pembelajaran dengan peeragogy ?
Saya izin menambahkan bahwa Peeragogy ini adalah strategi pendidikan yang membiasakan siswa untuk terlatih fokus pada belajar bekerjasama dan mencipta bersama-sama. Tak dapat dinafikan, gadget yang kini digandrungi para siswa kian menjauhkan mereka dari lingkungan sosial. Siswa menjadi sangat individual dan tak terbiasa belajar dengan teman sebaya. Padahal, keterampilan abad 21 mensyaratkan kompetensi siswa untuk mampu berkolaborasi dengan individu lainnya. Kompetensi berkolaborasi ini perlu ditanamkan melalui strategi peeragogy.
ReplyDeleteSaya setuju dengan pendapat Intan dan Rahmi, dan saya akan menambahkan sedikit bahwa Pembelajaran sebaya (peeragogy) adalah praktik pendidikan di mana siswa berinteraksi dengan siswa lain untuk mencapai tujuan pendidikan. Jadi dalam pembelajaran melalui pendekatan peeragogy ini siswa sangat dituntut untuk mampu berinteraksi baik dengan siswa yang lainnya
ReplyDeletesaya setuju dengan pendapat teman-teman semua seperti Kelompok belajar mandiri, bisa dilakukan dengan cara Memanfaatkan teknologi digital untuk mengelola kelompok belajar mandiri secara daring. Guru dapat memfasilitasi siswa dalam proses pembelajaran secara daring menggunakan Google Classroom
ReplyDeleteSaya setuju dengan pendapat teman-teman peeragogy ini adalah strategi pendidikan yang membiasakan siswa untuk terlatih fokus pada belajar bekerjasama dan mencipta bersama-sama. Kompetensi berkolaborasi ini perlu ditanamkan melalui strategi peeragogy. Dengan belajar berkolaborasi, hal ini bisa dilakukan dengan cara Saling membelajarkan satu sama lain. Guru dapat membimbing siswa berdiskusi agar siswa mampu menyampaikan pengetahuannya.
ReplyDelete