Posts

Evaluasi Uji Coba Instrumen Penilaian Kreativitas dan Inovasi dalam Praktikum Kimia

Salah satu bentuk dari keterampilan proses adalah kegiatan praktikum di laboratorium. Menurut Tresna Sastrawijaya (1998), kerja praktik di laboratorium mempunyai peran ganda, yaitu pengalaman kerja kimia nyata dan merangsang siswa agar berlatih berpikir dengan cara-cara kritis dan ilmiah. Tujuan kegiatan praktikum di laboratorium, antara lain : a. Merencanakan dan melaksanakan kerja laboratorium dengan menggunakan fasilitas laboratorium secara efektif. b.   Mengembangkan keterampilan pengamatan, manipulasi, instrumentasi, dan preparatif. c.   Memperoleh pengetahuan kimia. d.   Merangsang pikiran dengan menafsirkan eksperimen. e.   Mengenal ketelitian dan keterbatasan kerja laboratorium. f.    Merekam secara cermat dan mengkomunikasikan hasil secara jelas. g.   Mengembangkan tanggung jawab perorangan dan reliabilitas dalam pelaksanaan eksperimen. Setelah membuat instrumen p...

Kisi-kisi Instrumen Penilaian Kreativitas dan Inovasi dalam Praktikum Kimia secara Daring

Pandemi Covid-19 memaksa guru untuk mengadopsi teknologi dan pembelajaran inovatif dalam pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan ini sangat bermanfaat dalam menambah wawasan peserta terkait inovasi pembelajaran. Hasil pelaksanaan kegiatan ini telah membantu guru dalam mengembangkan pembelajaran yang inovatif dan praktek pembuatan konten pembelajaran. Pada kegiatan ini terdapat beberapa kendala yang dialami antara lain permasalahan internet dan pengetahuan awal tentang model inovasi yang sedikit menyebabkan kelambanan dalam penyamapaian dan penerimaan materi. Meskipun demikian, antusiasme guru guru sangat tinggi dalam kegiatan ini untuk membuat konten pembelajaran yang berkualitas bagi siswa. Untuk kegiatan yang berikutnya, dapat mengangkat isu tentang motivasi belajar bagi siswa untuk mempersiapkan model tatap muka pada kondisi normal. Kreativitas memiliki ciri-ciri kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), 28 keaslian atau originalitas (originality), dan elaborasi (elaboration). ...

Evaluasi Uji Coba Instrumen Penilaian Distruptif Inovasi pada Pembelajaran Kimia

 Heutagogy adalah strategi pendidikan dimana peserta didik mampu belajar secara mandiri dan menerapkan pendekatan holistik dalam beberapa situasi belajar, yang menjadi fokus disini bukanlah apa yang diajarkan melainkan bagaimana peserta didik belajar. Hal pokok yang harus dilakukan peserta didik adalah learn how to learn (belajar untuk belajar), artinya peserta didik harus mampu mengeksplorasi atau memperdalam materi apa yang dibutuhkannya. Peeragogy adalah strategi pendidikan yang membiasakan peserta didik untuk terlatih fokus pada belajar bekerjasama dan berkolaborasi. Cybergogy adalah strategi pendidikan yang mendorong peserta didik untuk terlibat dalam pembelajaran yang terkoneksi jaringan. Peserta didik berada pada lingkungan belajar virtual untuk pengembangan belajar kognitif, emosional dan sosialnya.   Berikut adalah ujicoba instrumen penilaian kegiatan pembelajaran kimia berbasis distruptive innovations dalam tiga domain (afektif, kog...

KISI-KISI INSTRUMEN KEGIATAN PEMBELAJARAN KIMIA

  Dalam situasi ini akan menciptakan suatu peluang baru dalam proses pendidikan maupun belajar mengajar. Guru dapat menciptakan lingkungan dan iklim belajar yang lebih luas tanpa dibatasi oleh sekat-sekat tradisional: ruang kelas, jadwal dan kurikulum. Proses pendidikan dapat menjelajah kehidupan siswa secara lebih luas, dan membuat iklim eksplorasi pengetahuan menjadi menarik dan relevan dengan kondisi kekinian.   Tiga alternatif strategi ini dapat di integrasikan dan dikolaborasikan menjadi suatu strategi dan formulasi baru dalam dunia pendidikan. Sehingga, sekolah semakin dekat dengan para siswa, dan konten belajar menjadi lebih relevan bagi kehidupan para siswa. Kita perlu menciptakan strategi-strategi baru, agar pendidikan tetap tidak jauh dengan jaman dan tetap relevan dengan kehidupan begitupula dengan penilaian yang dapat dilakukan dengan membuat instumen dalam tiga domain ( sikap, pengetahuan, keterampilan) melalui Heutagogy, Peeragogy, dan Cybergogy. Berikut contoh k...

PENYUSUNAN KISI-KISI INSTRUMEN KEGIATAN PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS DISRUPTIVE DALAM TIGA DOMAIN YAITU SIKAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN

  Istilah  disruptive innovation  dicetuskan pertama kali oleh  Clayton M. Christensen  dan  Joseph Bower  pada artikel "Disruptive Technologies: Catching the Wave" di jurnal  Harvard Business Review  (1995). Artikel tersebut sebenarnya ditujukan untuk para eksekutif yang menentukan pendanaan dan pembelian disuatu perusahaan berkaitan dengan pendapatan perusahaan dimasa depan. Kemudian pada bukunya "The Innovator's Dilemma", Christensen memperkenalkan model Disruptive Inovasi (The Disruptive Innovation Model). Dimana kemampuan pelanggan untuk memanfaatkan sesuatu yang baru dalam satu lini. Dimana lini terendah adalah pelanggan yang cepat puas dan yang tertinggi digambarkan sebagai pelanggan yang menuntut. Distribusi pelanggan ini yang secara median nya bisa diambil sebagai garis putus-putus untuk menerapkan teknologi baru. Selain diskrutif terjadi pada sarana transpotasi, ekonomi, dan aspek lainya, disikrutif juga terjadi pada pendidikan. Bel...