KISI-KISI INSTRUMEN KEGIATAN PEMBELAJARAN KIMIA
Dalam situasi ini akan menciptakan suatu peluang baru dalam proses pendidikan maupun belajar mengajar. Guru dapat menciptakan lingkungan dan iklim belajar yang lebih luas tanpa dibatasi oleh sekat-sekat tradisional: ruang kelas, jadwal dan kurikulum. Proses pendidikan dapat menjelajah kehidupan siswa secara lebih luas, dan membuat iklim eksplorasi pengetahuan menjadi menarik dan relevan dengan kondisi kekinian.
Tiga alternatif strategi ini dapat di integrasikan dan dikolaborasikan menjadi suatu strategi dan formulasi baru dalam dunia pendidikan. Sehingga, sekolah semakin dekat dengan para siswa, dan konten belajar menjadi lebih relevan bagi kehidupan para siswa. Kita perlu menciptakan strategi-strategi baru, agar pendidikan tetap tidak jauh dengan jaman dan tetap relevan dengan kehidupan begitupula dengan penilaian yang dapat dilakukan dengan membuat instumen dalam tiga domain ( sikap, pengetahuan, keterampilan) melalui Heutagogy, Peeragogy, dan Cybergogy. Berikut contoh kisi-kisi instrument kegiatan pembelajaran kimia
https://drive.google.com/file/d/1oDnSu97u6Zb0UQSlAgETumhGq48FmgbM/view?usp=sharing
Saya akan mencoba menanggapi permasalahan anda, hal yang perlu diperhatikan dalam membuat kisi-kisi instrument penilaian yaitu dengan memperhatikan kembali apakah sudah sesuai kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan indikator yang telah ditetapkan pada pendekatan cybergogy, heutagogy, dan peeragogy. Selain mempertimbangkan isi kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan berdasarkan indikator ketiga pendekatan tersebut, kita juga perlu mempertimbangkan apakah sudah cocok dengan ketiga ranah yang akan diukur, yaitu ranah afektif, kognitif dan psikomotor, karena ini juga menjadi hal yang sangat penting.
ReplyDeleteSaya setuju dengan pendapat Intan, instrumen yang baik adalah instrumen yang memiliki kesesuaian indikator denga aspek kegiatan yang dilakukan kemudian juga diperhatikan rubrik dalam membuat instrumen penilaian. Rubrik penilaian harus memiliki skor dengan kriteria yang spesifik dijabarkan dari aspek kegiatan yang dilakukan oleh siswa
DeleteIzin menambahkan, selain yang telah disebutkan ada beberapa kriteria yang harus diperhatikan dalam menyusun instrumen seperti siapa yang akan mengerjakan tugas (individu, kelompok kecil, atau lainnya), waktu yang diperlukan (dikerjakan secara bertahap, waktu yang diperlukan diatur sesuai tahapan), perangkat (bahan dan peralatan) yang digunakan selama persiapan dan pengerjaan tugas, dan aspek-aspek yang akan dinilai dalam penugasan tersebut.
Deletemenurut saya kisi-kisi instrumen yang baik harus memiliki receiving (attending), responding, valuing, organization, dan characterization.
ReplyDeleteMenurut saya kisi-kisi yang baik adalah kisi-kisi dapat mewakili isi silabus atau materi yang telah diajarkan, komponen-komponennya mudah diuraikan dan dipahami, serta materi yang akan diujikan dapat dibuatkan soalnya. Kisi-kisi juga dapat memudahkan guru dalam menyusun berbagai paket tes dengan tingkat kesulitan, kedalaman, dan cakupan materi yang sama.
ReplyDeleteInstrumen yang baik paling tidak memiliki kriteria sebagai berikut:
ReplyDelete1. validitas tes
2. reliabilitas
3. Daya Beda dan Tingkat Kesukaran
4. Keseimbangan Tes
5. Efisiensi atau Daya Guna Tes
6. Obyektivitas Tes
7. Kekhususan Tes
8. tingkat kesulitan
9. keadilan tes
10. Tingkat Kesulitan Tes
11. Efisiensi atau Daya Guna Tes
12. Alokasi Waktu Tes
Menambahkan penjelasan dari saudari nia. Validitas adalah ketepatan isntrumen mengukur apa yang hendak diukur. Kesesuaian indikator dan aspek tercapainya indikator disusun berdasarkan konstruk secara teoritik dan juga disesuaikan dengan fakta yang ada lapangan.
DeleteReliabilitas tes diartikan sebagai sifat konsistensi (keajegan) & ketelitian sebuah tes (alat ukur/instrumen). Sifat konsistensi atau keajegan sebuah tes dapat diperoleh dengan cara memberikan tes yang sama sesudah selang beberapa waktu lamanya siswa yang sama.